Kenzo Alvaro Krismayanto PutraSURABAYA, LEGISLATOR.CO.ID – Prestasi internasional yang diraih Kenzo Alvaro Krismayanto Putra tidak datang secara instan. Siswa kelas 5 Xin Zhong School Surabaya itu telah menekuni berbagai kompetisi matematika dan sains sejak duduk di kelas 1 sekolah dasar.
Ketekunan tersebut akhirnya membuahkan hasil ketika Kenzo berhasil meraih First Runner Up atau juara kedua Mathematics kategori Primary 4 dalam Siam International Math and Science Olympiad (SIMSO) 2026 Final Round di Bangkok, Thailand.
Kompetisi yang berlangsung pada 7–10 Agustus 2026 itu mempertemukan peserta dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura, dan Vietnam.
Ketertarikan Kenzo terhadap matematika dan sains telah terlihat sejak usia dini. Ia kemudian mulai mengikuti berbagai kompetisi akademik sejak kelas 1 SD.
Sejumlah ajang pernah diikuti Kenzo, antara lain HKIMO, SEAMO, SMC, dan AMO. Dari berbagai kompetisi tersebut, ia berhasil meraih sejumlah medali, mulai dari perak hingga emas.
Rangkaian kompetisi tersebut menjadi proses panjang bagi Kenzo untuk mengasah kemampuan akademik sekaligus membangun mental bertanding.
Semakin sering mengikuti perlombaan, Kenzo semakin terbiasa menghadapi soal-soal yang membutuhkan penalaran, logika, ketelitian, dan kemampuan memecahkan masalah.
Persiapan menghadapi kompetisi matematika tidak hanya dilakukan dengan mempelajari materi di sekolah. Kenzo juga mendapatkan bimbingan tambahan dan rutin berlatih mengerjakan soal-soal olimpiade.
Latihan tersebut membuatnya terbiasa menghadapi berbagai tipe soal yang membutuhkan cara berpikir berbeda dari pembelajaran matematika pada umumnya. Kemampuan untuk memahami persoalan, menentukan strategi penyelesaian, serta bekerja secara teliti menjadi bagian penting dalam persiapannya.
Bagi Kenzo, mengikuti kompetisi bukan hanya tentang mengejar peringkat. Setiap perlombaan menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus belajar menghadapi tantangan. Pengalaman bertanding sejak kelas 1 SD juga membentuk kepercayaan dirinya ketika harus berhadapan dengan peserta lain.
Kebiasaan tersebut menjadi modal penting saat Kenzo tampil di SIMSO 2026 Final Round di Bangkok. Di ajang tersebut, ia harus berkompetisi dengan pelajar dari berbagai negara sebelum akhirnya berhasil mengamankan posisi juara kedua.
Anita, ibu Kenzo, mengatakan keluarga bersyukur atas pencapaian yang diraih putranya. Meski demikian, keluarga tidak ingin prestasi hanya dilihat dari jumlah medali atau posisi yang diperoleh dalam sebuah kompetisi.
“Kami sangat bersyukur atas prestasi Kenzo. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya medali, tetapi proses belajar yang membuat Kenzo semakin tekun, disiplin, percaya diri, dan berani menghadapi tantangan,” ujar Anita dikutip Selasa (08/09).
Menurutnya, proses panjang yang dijalani Kenzo jauh lebih penting untuk membangun karakter dan kebiasaan belajar. Ketertarikan Kenzo tidak berhenti pada matematika. Ia juga memiliki minat terhadap sains dan teknologi.
Ke depan, Kenzo bercita-cita mendalami teknologi informasi dan melanjutkan pendidikan ke National University of Singapore (NUS).
“Kenzo punya cita-cita melanjutkan pendidikan ke National University of Singapore (NUS) dan mendalami teknologi informasi. Kami tentu akan terus mendukung dan mendampinginya,” kata Anita.
Keinginan tersebut menunjukkan bahwa kompetisi matematika yang dijalani Kenzo sejak dini menjadi bagian dari proses membangun fondasi untuk cita-cita yang lebih jauh.
Perjalanan Kenzo menunjukkan bahwa prestasi internasional tidak selalu lahir dari proses yang singkat. Kebiasaan belajar, latihan secara konsisten, pengalaman mengikuti kompetisi, serta dukungan keluarga menjadi bagian yang mengantarkan Kenzo hingga mampu bersaing di panggung internasional.
Juara kedua SIMSO 2026 di Thailand pun menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan tersebut.
Bagi Kenzo, capaian itu bukan garis akhir, melainkan pijakan untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan menghadapi tantangan berikutnya (red)

Tidak ada komentar