Adela Kanasya Adies: Seni Tradisi Harus Terus Berkembang Mengikuti Zaman

3 menit membaca View : 5
MSA
Nasional - 31 Okt 2026

SURABAYA, LEGISLATOR.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, dr. Adela Kanasya Adies, M.Sc., menegaskan bahwa pelestarian kebudayaan Indonesia tidak boleh membuat tradisi berhenti berkembang. Seni tradisional harus tetap dijaga, tetapi generasi baru perlu diberikan ruang untuk menghadirkan kreativitas dan inovasi agar kebudayaan tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Adela dalam kegiatan Semarak Budaya Kementerian Kebudayaan di Surabaya, Sabtu (31/10/2026). Acara tersebut menghadirkan lima sanggar seni yang menampilkan beragam karya tari tradisional maupun pengembangan tradisi.

Menurut Adela, keberagaman karya yang ditampilkan memperlihatkan bahwa tradisi dapat diwariskan tanpa harus membatasi perkembangan ekspresi seni. Justru kreativitas generasi muda menjadi salah satu cara agar warisan budaya tetap hidup dan dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Tradisi harus kita jaga, tetapi pada saat yang sama kita harus memberikan ruang kepada generasi baru untuk mengembangkan kreativitas. Dengan cara itulah budaya akan terus hidup, berkembang, dan tetap dekat dengan masyarakat,” ujar Adela.

Ia menilai tantangan pelestarian budaya saat ini bukan hanya menjaga keberadaan kesenian tradisional, tetapi juga memastikan adanya regenerasi seniman yang mampu memahami akar tradisi sekaligus beradaptasi dengan perubahan.

Karena itu, kegiatan kebudayaan perlu memberikan ruang bagi seniman untuk menampilkan karya orisinal, mengembangkan bentuk pertunjukan, dan memperkenalkan kekayaan seni daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Adela Kanasya Adies Dorong Inovasi Tanpa Kehilangan Identitas Budaya

Adela mengatakan sanggar seni memiliki posisi penting dalam mempertemukan nilai tradisi dengan kreativitas generasi baru. Melalui proses pembinaan dan pertunjukan, para peserta dapat mempelajari karakter kesenian daerah sekaligus mengembangkan kemampuan menciptakan karya.

Dalam Semarak Budaya, pertunjukan tari menjadi salah satu ruang ekspresi yang mempertemukan karya tradisional dengan pengembangan kreativitas. Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar seni budaya tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat masa kini.

Ia juga menekankan bahwa generasi muda perlu memiliki kebanggaan terhadap kebudayaan Indonesia. Anak-anak dan mahasiswa harus mendapatkan kesempatan untuk mengenal tari, musik, serta seni pertunjukan melalui pengalaman langsung, bukan sekadar mempelajarinya secara teoritis.

“Kita ingin anak-anak muda merasa bahwa belajar tari, musik, seni pertunjukan, dan kebudayaan Indonesia adalah sesuatu yang membanggakan. Jangan sampai generasi berikutnya menjadi asing terhadap kebudayaannya sendiri,” tegasnya.

Menurut Adela, semakin luas keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kesenian, semakin terbuka pula kesempatan untuk melahirkan pelaku budaya baru. Oleh karena itu, kegiatan seni di daerah perlu melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas kreatif, dan berbagai kelompok masyarakat.

Semarak Budaya Jadi Ruang Pertemuan Tradisi dan Kreativitas Lokal

Adela mengapresiasi penyelenggaraan Semarak Budaya yang tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM melalui bazar produk lokal.

Menurutnya, kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa kebudayaan dapat berkembang bersama sektor ekonomi kreatif. Pertunjukan seni turut melibatkan berbagai profesi, mulai dari penari, pelatih, penata rias, pembuat kostum, hingga pekerja pertunjukan dan pelaku usaha lokal.

“Kebudayaan memiliki kekuatan ekonomi yang besar apabila ekosistemnya kita bangun dengan baik. Ketika sebuah kegiatan seni berlangsung, banyak sektor masyarakat ikut bergerak. Karena itu, pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi kreatif seharusnya berjalan beriringan,” katanya.

Legislator dari daerah pemilihan Jawa Timur I (Surabaya–Sidoarjo) tersebut berharap kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan, DPR RI, pemerintah daerah, sanggar seni, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat.

Adela juga menyatakan komitmennya untuk menyerap aspirasi para pelaku budaya, khususnya di Surabaya dan Sidoarjo, agar kebutuhan mereka dapat menjadi perhatian dalam kebijakan kebudayaan nasional.

Ia berharap semakin banyak kegiatan kebudayaan yang mampu mempertemukan tradisi, inovasi, dan partisipasi masyarakat. Dengan demikian, kebudayaan Indonesia tidak hanya terpelihara sebagai warisan, tetapi juga terus berkembang melalui karya dan kreativitas generasi berikutnya (red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *