MN Forhati Dorong Perempuan Perluas Aksi Hijau di Daerah

3 menit membaca View : 6
MSA
Nasional - 25 Sep 2026

JAKARTA, LEGISLATOR.CO.ID – Forum HMI-Wati (FORHATI) Nasional mendorong perempuan mengambil peran lebih besar dalam memperluas aksi lingkungan hingga tingkat daerah melalui Gerakan Hijau FORHATI.

Dorongan tersebut diwujudkan melalui Training of Trainers (TOT) Pengelolaan Sampah yang digelar secara hybrid pada Kamis (24/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Gerakan Hijau FORHATI dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026. Gerakan tersebut mengusung tema “Perempuan Bergerak, Aksi Nyata untuk Iklim Indonesia.”

Koordinator Presidium FORHATI Nasional, Dra. Anita Ariyani, mengatakan gerakan lingkungan membutuhkan pengetahuan sekaligus aksi yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat.

“Gerakan Hijau FORHATI kami dorong sebagai gerakan yang tidak berhenti pada kampanye, tetapi dilanjutkan dengan pengetahuan dan aksi nyata. Melalui TOT ini, kami berharap peserta dapat menjadi penggerak di wilayah dan daerah masing-masing serta meneruskan edukasi pengelolaan sampah kepada keluarga, komunitas, dan masyarakat,” ujar Anita, Kamis (24/09/20260.

Menurut Anita, persoalan lingkungan tidak cukup ditangani melalui kampanye atau kegiatan seremonial. Pengetahuan yang diperoleh perlu diteruskan menjadi kebiasaan dan aksi di lingkungan masyarakat.

Karena itu, keterlibatan perempuan menjadi salah satu bagian dari strategi FORHATI untuk memperluas edukasi pengelolaan lingkungan. Peran tersebut dapat dimulai dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, komunitas, hingga organisasi masyarakat di berbagai daerah.

Melalui TOT, peserta diharapkan memiliki bekal pengetahuan yang dapat diteruskan kepada masyarakat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah masing-masing.

Jejaring FORHATI Diperluas

Kegiatan TOT tidak hanya melibatkan FORHATI Nasional. Peserta berasal dari FORHATI Wilayah dan FORHATI Daerah dari berbagai wilayah di Indonesia. Organisasi perempuan dan masyarakat umum juga turut mengikuti kegiatan secara luring maupun daring.

Keterlibatan berbagai kelompok tersebut diarahkan untuk membangun jejaring aksi lingkungan yang lebih luas.

Dengan jejaring tersebut, pengetahuan mengenai pengelolaan sampah diharapkan tidak berhenti pada peserta kegiatan, tetapi dapat menyebar melalui berbagai komunitas di daerah.

TOT memberikan pembekalan mengenai berbagai aspek pengelolaan sampah kepada peserta. Dosen IPB Dr. Meti Ekayani, S.Hut., M.Sc., IPM., menyampaikan materi “Pilah-Pilih Sampah: Langkah Awal Menuju Daur Ulang dan Ekonomi Sirkular.”

Sementara itu, praktisi lingkungan Oki Pulungan membawakan materi “Pilah, Olah, Manfaatkan: Aksi Nyata Mengelola Limbah Rumah Tangga.”

Materi mengenai pemanfaatan plastik juga diberikan oleh TA Utama BRIN Andi Irman, M.M., dengan tema “Dari Plastik Bekas Menjadi Bernilai: Membangun Rantai Daur Ulang Plastik.”

Rangkaian materi tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan sampah.

Gerakan Hijau Tak Berhenti di TOT

Training of Trainers merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian Gerakan Hijau FORHATI yang berlangsung hingga Oktober 2026.

Selain pelatihan pengelolaan sampah, FORHATI menyiapkan sejumlah kegiatan lain yang berkaitan dengan isu lingkungan dan perubahan iklim.

Di antaranya podcast dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang mengangkat semangat Gerakan Hijau FORHATI.

FORHATI juga menggelar Business Plan Competition “Inovasi Pengolahan Sampah Rumah Tangga” serta aksi penanaman mangrove. Gerakan Hijau FORHATI juga membuka ruang keterlibatan bagi generasi muda.

Selain perempuan, organisasi masyarakat, komunitas, dan masyarakat umum diajak mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian lingkungan.

Keterlibatan lintas kelompok tersebut diharapkan dapat memperluas basis gerakan lingkungan sekaligus mempertemukan berbagai gagasan dan pengalaman dari daerah.

Bagi FORHATI, isu perubahan iklim membutuhkan partisipasi masyarakat yang berlangsung secara berkelanjutan, bukan hanya pada momentum tertentu.

Aksi Lokal untuk Kepedulian Iklim

Pengelolaan sampah menjadi salah satu bentuk aksi lingkungan yang dapat dilakukan dari tingkat paling dekat dengan masyarakat.

Melalui edukasi mengenai pemilahan dan pengolahan sampah, FORHATI mendorong agar kepedulian terhadap lingkungan diterjemahkan menjadi kebiasaan sehari-hari.

Gerakan tersebut kemudian diperluas melalui jejaring FORHATI di tingkat nasional, wilayah, dan daerah.

Dengan pendekatan tersebut, Gerakan Hijau FORHATI diarahkan untuk membangun partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap perubahan iklim di Indonesia (red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *