Ade Ginandjar Apresiasi Bahlil Atas Rotasi AKD Fraksi Golkar

3 menit membaca View : 10
MSA
Nasional - 19 Agu 2026

JAKARTA, LEGISLATOR.CO.ID – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ade Ginandjar, mengapresiasi keputusan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia melakukan rotasi komposisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Fraksi Golkar DPR RI.

Menurut Ade, langkah tersebut menunjukkan adanya evaluasi dan penyegaran organisasi untuk memastikan Fraksi Golkar semakin efektif menjalankan tugasnya di parlemen.

“Saya mengapresiasi langkah Ketua Umum Bahlil Lahadalia melakukan penyegaran komposisi AKD Fraksi Golkar. Ini bagian dari dinamika organisasi untuk memperkuat kinerja kader dan memastikan setiap penugasan dapat memberikan kontribusi optimal,” ujar Ade dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Ade menilai rotasi merupakan mekanisme yang lazim dilakukan organisasi untuk menyesuaikan strategi dengan kebutuhan dan target yang hendak dicapai. Karena itu, perubahan penugasan tidak perlu dipandang sebagai persoalan personal.

Rotasi untuk Tingkatkan Efektivitas Fraksi

Ade mengatakan setiap kader Partai Golkar harus memiliki kesiapan untuk menjalankan amanah organisasi di mana pun ditempatkan.

Menurutnya, tugas utama anggota DPR bukan mengejar posisi, melainkan memastikan fungsi parlemen dapat dijalankan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.

“Bagi kami, rotasi bukan soal siapa mendapatkan posisi tertentu. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana setiap kader mampu menjalankan amanah dan memberikan hasil terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Ade juga menilai perubahan komposisi AKD dapat menjadi momentum memperkuat koordinasi antaranggota Fraksi Golkar.

Dengan koordinasi yang semakin baik, fraksi diharapkan mampu mengawal berbagai agenda pembangunan nasional melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Sejalan dengan Strategi Organisasi Bahlil

Menurut Ade, langkah Bahlil sejalan dengan kebutuhan organisasi politik yang harus terus beradaptasi terhadap perkembangan situasi nasional.

Sebelumnya, Bahlil menganalogikan rotasi AKD seperti perubahan strategi dalam pertandingan sepak bola. Menurutnya, sebuah tim membutuhkan perubahan komposisi apabila strategi yang digunakan belum mampu mencapai target.

“Kalau komposisi yang lama belum bisa mencapai target, kita ubah lagi komposisinya. Jadi saya pikir itu suatu hal yang biasa saja,” ujar Bahlil.

Bahlil juga menegaskan bahwa rotasi dapat dilakukan apabila dibutuhkan untuk meningkatkan pencapaian target organisasi.

Ade memandang pernyataan tersebut sebagai penegasan bahwa setiap penugasan kader harus selalu berorientasi pada kinerja dan pencapaian tujuan organisasi.

Pastikan Kerja Fraksi Berdampak bagi Rakyat

Lebih lanjut, Ade mengatakan Fraksi Golkar harus menjadikan penyegaran AKD sebagai energi baru untuk memperkuat pengawalan kepentingan rakyat.

Ia menilai DPR memiliki peran penting dalam memastikan kebijakan pemerintah, program pembangunan, serta penggunaan anggaran negara berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Setelah rotasi ini, mari kita fokus bekerja. Apa pun penugasannya, kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk mengawal agenda pembangunan dan memastikan kebijakan negara memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat,” tegas Ade.

Legislator dari Dapil Jawa Barat XI tersebut berharap seluruh kader dapat menjaga soliditas serta mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Kita harus semakin solid, semakin efektif, dan semakin responsif terhadap aspirasi masyarakat. Rotasi adalah bagian dari penguatan organisasi, sementara tujuan akhirnya tetap sama: bekerja untuk rakyat dan menjaga kepentingan bangsa,” pungkas Ade Ginandjar (red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *