Sekretaris Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Rully Ferdinansyah, saat mewakili Lurah Mekarwangi, menandatangani piagam peluncuran Bank Sampah Kumpul Mutiara pada Minggu (14/06)BOGOR, LEGISLATOR.CO.ID – Sekretaris Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Rully Ferdinansyah, mengungkap masih maraknya praktik pembakaran sampah dan pembuangan sampah sembarangan di lingkungan masyarakat. Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi tantangan besar dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
Pernyataan itu disampaikan Rully saat menghadiri Launching Bank Sampah Kumpul Mutiara di Bogor, Minggu (14/6/2026). Ia mengakui bahwa persoalan sampah masih menjadi salah satu isu yang paling sering dilaporkan warga kepada pihak kelurahan.
“Kami di wilayah masih sering menerima laporan terkait sampah yang dibakar maupun sampah yang dibuang bukan pada tempatnya. Bahkan ada juga sampah yang dibuang oleh orang luar ke lingkungan warga,” ujar Rully Ferdinansyah.
Menurutnya, berbagai laporan tersebut telah ditindaklanjuti oleh pemerintah wilayah. Namun, perubahan perilaku masyarakat tidak bisa dilakukan secara instan karena sudah menjadi kebiasaan yang berlangsung cukup lama.
“Kebiasaan ini memang tidak bisa diubah secara cepat. Karena itu perlu kesadaran dan komitmen bersama agar budaya membuang atau membakar sampah sembarangan bisa ditinggalkan,” katanya.
Rully menjelaskan, salah satu solusi yang terus didorong adalah memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui bank sampah. Dengan adanya sistem pemilahan dan pengolahan sampah dari rumah tangga, volume sampah yang berpotensi dibakar atau dibuang sembarangan dapat ditekan.
Ia mengapresiasi keberadaan Bank Sampah Kumpul Mutiara yang selama empat tahun terakhir konsisten mengajak warga untuk mengelola sampah secara lebih produktif. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Selain itu, Rully menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi sederhana dalam pengelolaan sampah, seperti mesin pencacah dan alat pengomposan yang dapat membantu mengurangi sampah organik dari rumah tangga.
“Kalau sampah bisa diolah di lingkungan masing-masing, tentu akan sangat membantu mengurangi beban sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir,” jelasnya.
Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus meningkat sehingga kasus pembakaran dan pembuangan sampah sembarangan dapat diminimalkan. Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh warga.
“Bank sampah tidak bisa bergerak sendiri. Harus ada dukungan dari masyarakat agar lingkungan kita benar-benar bersih dan bebas dari persoalan sampah,” pungkasnya (RED).

Tidak ada komentar