Adela Kanasya: Festival Banjari Nasional Perkuat Syiar Islam dan Persatuan Bangsa

2 menit membaca View : 25
MSA
Politik - 20 Jul 2026

SIDOARJO, LEGISLATOR.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar asal Dapil Jatim I, Adela Kanasya, menegaskan Festival Banjari Tingkat Nasional bukan sekadar perlombaan seni religi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat syiar Islam sekaligus mempererat persatuan masyarakat melalui pelestarian budaya Islam Nusantara.

Hal tersebut disampaikan Adela saat membuka Festival Banjari Tingkat Nasional di Desa Juwet Kenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (17/7/2026). Kegiatan itu merupakan bagian dari rangkaian Haul Mbah Kalam dan terlaksana berkat kolaborasi Kementerian Kebudayaan RI, Komisi X DPR RI, serta Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Juwet Kenongo.

Menurut Adela, seni banjari memiliki nilai strategis karena tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menjadi media dakwah yang mampu menyampaikan nilai-nilai Islam secara damai kepada masyarakat.

“Banjari bukan sekadar seni musik religi, tetapi juga media dakwah yang mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, cinta kepada Rasulullah SAW, dan akhlak mulia. Karena itu, negara perlu hadir memberikan ruang dan dukungan agar kesenian seperti ini terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia,” ujar Adela, Minggu (19/7/2026).

Politisi Partai Golkar itu menilai penyelenggaraan festival menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak hanya mencakup kesenian tradisional, tetapi juga seni bernuansa religius yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat.

Ia mengatakan kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat menjadi model yang perlu terus diperkuat agar tradisi Islam Nusantara tetap berkembang di tengah perubahan zaman.

“Festival ini menjadi ruang untuk merawat tradisi, memperkuat kecintaan generasi muda terhadap seni Islami, sekaligus melestarikan budaya yang menjadi bagian dari identitas bangsa. Kolaborasi seperti ini harus terus diperkuat agar warisan budaya tetap lestari dan mampu berkembang mengikuti zaman,” katanya.

Pembukaan Festival Banjari dihadiri Perwakilan Kementerian Kebudayaan RI Insan Abdirahman, Ketua PCNU Sidoarjo Zainal Arifin, jajaran Muslimat NU Sidoarjo, Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Adiel Kanantha, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Setelah seremoni pembukaan, seluruh tamu undangan mengikuti doa bersama dan berziarah ke makam Mbah Kalam sebagai bentuk penghormatan kepada ulama yang berjasa menyebarkan ajaran Islam di wilayah Porong dan sekitarnya.

Adela berharap Festival Banjari Tingkat Nasional dapat menjadi agenda rutin yang terus mendorong lahirnya generasi muda yang mencintai seni Islami sekaligus memperkuat harmoni sosial dan persatuan bangsa melalui jalur kebudayaan (red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *