Hetifah Sjaifudian: Sekolah Darurat Huntara Harus Layak dan Aman

2 menit membaca View : 38
admin
Politik - 18 Jan 2026

JAKARTA, LEGISLATOR.CO.ID – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menekankan pentingnya penyediaan fasilitas pendidikan yang layak di hunian sementara (huntara) bagi anak-anak korban bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menurutnya, keberadaan sekolah darurat menjadi kunci agar proses belajar tidak terhenti selama masa pemulihan.

Hetifah menilai, jarak antara huntara dan sekolah permanen yang rusak menjadi salah satu kendala utama bagi siswa untuk kembali belajar secara normal. Karena itu, penyediaan ruang kelas darurat, tenda belajar, serta sarana pendukung pendidikan di lokasi pengungsian harus mendapat perhatian serius.

“Anak-anak tidak boleh kehilangan hak belajarnya hanya karena tinggal di hunian sementara. Negara harus hadir memastikan layanan pendidikan tetap berjalan,” ujar Hetifah di Jakarta, Sabtu (18/1/2026).

Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per 14 Januari 2026, sebanyak 4.639 satuan pendidikan terdampak bencana. Sebagian sekolah terpaksa menjalankan pembelajaran di tenda atau menumpang di fasilitas lain karena bangunan utama belum dapat digunakan.

Kondisi tersebut berdampak pada 683.259 siswa dan 59.397 guru serta tenaga kependidikan. Hetifah mengingatkan bahwa proses belajar di situasi darurat membutuhkan dukungan infrastruktur yang aman, nyaman, dan ramah anak agar tidak menimbulkan tekanan psikologis tambahan.

Ia mengapresiasi langkah pemerintah yang telah mendirikan ratusan tenda belajar, ruang kelas darurat, serta menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah. Namun, ia menilai kualitas dan kelayakan fasilitas darurat juga harus menjadi perhatian utama.

“Sekolah darurat tidak boleh sekadar ada. Harus aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak,” tegasnya.

Hetifah juga mendorong agar fasilitas pendidikan di huntara dilengkapi area bermain dan layanan pendampingan psikososial, terutama bagi anak-anak yang mengalami trauma akibat bencana.

“Pemulihan pendidikan di masa darurat adalah bagian penting dari pemulihan kemanusiaan. Dari ruang belajar yang layak, harapan anak-anak bisa kembali tumbuh,” pungkas Hetifah (*)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *