Ketua PD AMPG DKI Jakarta, M Fauzan IrvanJAKARTA, LEGISLATOR.CO.ID – Ketua PD AMPG DKI Jakarta, M Fauzan Irvan, menegaskan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat melalui aksi demonstrasi merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun, ia mengingatkan kebebasan tersebut harus dijalankan secara tertib dan tidak merugikan kepentingan masyarakat.
Fauzan secara khusus meminta peserta aksi tidak melakukan perusakan fasilitas umum maupun fasilitas milik masyarakat. Menurutnya, tindakan anarkis justru dapat mengaburkan substansi aspirasi yang hendak disampaikan.
“Jangan merusak fasilitas umum, jangan melakukan tindakan anarkis, dan jangan memprovokasi. Sampaikan aspirasi dengan kepala dingin dan tetap menghormati pengguna jalan serta masyarakat lainnya,” tegas M Fauzan Irvan.
Fauzan mengatakan demonstrasi merupakan hak warga negara selama dilaksanakan sesuai aturan. Karena itu, ia tidak mempersoalkan masyarakat yang ingin turun ke jalan untuk menyampaikan kritik maupun tuntutan.
Namun, ia meminta seluruh peserta aksi menjaga ketertiban selama berada di ruang publik. Kepentingan masyarakat lain, termasuk pengguna jalan dan pelaku usaha, juga harus tetap dihormati.
“Bagi siapapun yang ingin menyampaikan aspirasi atau melakukan demonstrasi di Jakarta, silakan. Itu bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat. Tetapi mari kita lakukan dengan tertib, damai, dan tidak anarkis,” ujarnya.
Menurut Fauzan, kritik yang disampaikan secara damai justru menjadi bagian penting dalam proses demokrasi. Sebaliknya, aksi yang disertai kekerasan, provokasi, dan perusakan berpotensi menimbulkan persoalan baru.
Selain mengingatkan peserta demonstrasi, Fauzan juga mengajak masyarakat lebih berhati-hati menyikapi berbagai informasi yang beredar, terutama melalui media sosial.
Ia meminta masyarakat melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan sebuah informasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya provokasi dan konflik di tengah masyarakat.
“Kalau ada informasi yang beredar, cek dulu sumber dan kebenarannya. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran hoaks atau provokasi yang bisa memecah persatuan,” kata Fauzan.
Ia menilai kondisi Jakarta sangat bergantung pada kedewasaan seluruh elemen masyarakat dalam menyikapi perbedaan.
Fauzan kemudian menyerukan semangat “Jaga Jakarta” sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Menurutnya, menjaga Ibu Kota tidak hanya berarti memastikan keamanan, tetapi juga merawat persatuan dan keharmonisan sosial.
“Jakarta adalah rumah kita bersama. Kita boleh berbeda pandangan, boleh menyampaikan kritik, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita saling bermusuhan,” tuturnya.
Ia berharap seluruh masyarakat dapat menyalurkan aspirasi secara konstruktif tanpa mengorbankan keamanan dan kenyamanan warga lainnya.
“Mari kita jaga Jakarta tetap aman, damai, tertib, dan kondusif,” pungkas Fauzan (red)

Tidak ada komentar