Adela Kanasya Adies Ingatkan Dokter Spesialis Harus Kembali ke Daerah

2 menit membaca View : 20
MSA
Politik - 25 Jun 2026

JAKARTA, LEGISLATOR.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar, dr. Adela Kanasya Adies, MSc., menegaskan program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based residency) harus benar-benar diarahkan untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis di berbagai daerah. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan para lulusan program tersebut kembali mengabdi di wilayah yang masih mengalami krisis tenaga kesehatan.

Pernyataan itu disampaikan Adela dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kementerian Agama, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Kesehatan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Adela menilai program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit merupakan terobosan yang tepat untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga medis spesialis. Namun, manfaat program tersebut tidak akan optimal apabila lulusan tetap terkonsentrasi di kota-kota besar.

“Menekankan agar program ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis di daerah yang kekurangan,” tegas Adela.

Menurut legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Timur I tersebut, persoalan utama pelayanan kesehatan di Indonesia bukan hanya jumlah dokter spesialis yang terbatas, tetapi juga distribusinya yang belum merata. Banyak rumah sakit di daerah masih kesulitan mendapatkan dokter spesialis untuk melayani masyarakat.

Karena itu, Adela meminta pemerintah menyusun mekanisme yang mampu menjamin lulusan program spesialis berbasis rumah sakit dapat ditempatkan dan mengabdi di wilayah yang membutuhkan.

Di sisi lain, Adela tetap memberikan apresiasi terhadap tujuan besar program tersebut yang dinilai mampu mempercepat pemerataan layanan kesehatan nasional.

“Saya melihat tujuan dari program spesialis berbasis rumah sakit ini sangat baik, terutama untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di berbagai daerah. Saya sangat mengapresiasi semangat besar di balik kebijakan ini,” ujarnya.

Meski fokus pada pemerataan tenaga kesehatan, Adela mengingatkan bahwa kualitas pendidikan tetap tidak boleh diabaikan. Menurutnya, keberhasilan program harus ditopang oleh tenaga pendidik klinis yang kompeten serta pengalaman praktik yang memadai bagi para peserta didik.

Ia menegaskan, percepatan pemenuhan dokter spesialis dan peningkatan kualitas lulusan harus berjalan beriringan agar mampu menghasilkan tenaga medis yang profesional dan siap melayani masyarakat.

“Jangan sampai semangat mempercepat pemenuhan dokter spesialis justru mengurangi kualitas pendidikan yang selama ini menjadi fondasi utama pelayanan kesehatan. Kualitas lulusan harus tetap menjadi prioritas,” katanya.

Adela berharap program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit tidak hanya meningkatkan jumlah dokter spesialis secara nasional, tetapi juga mampu menghapus ketimpangan layanan kesehatan antara daerah perkotaan dan wilayah yang masih kekurangan tenaga medis spesialis. Dengan demikian, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas dapat semakin merata di seluruh Indonesia (red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *