Tim Sosialisasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Novi Eka Mulya,BOGOR, LEGISLATOR.CO.ID – Tim Sosialisasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Novi Eka Mulya, mengingatkan masyarakat bahwa persoalan lingkungan saat ini tidak lagi sekadar perubahan iklim, melainkan sudah mengarah pada kondisi yang lebih serius, yakni bencana iklim. Karena itu, ia mengajak warga untuk mulai mengambil peran nyata melalui pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
Peringatan tersebut disampaikan Novi saat menghadiri acara Launching Bank Sampah Kumpul Mutiara di Bogor, Minggu (14/6/2026). Menurutnya, dampak perubahan iklim kini semakin nyata dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
“Yang kita rasakan sekarang bukan lagi climate change atau perubahan iklim, tetapi sudah climate disaster atau bencana iklim,” ujar Novi Eka Mulya.
Ia mencontohkan perubahan pola musim yang semakin tidak menentu dalam beberapa tahun terakhir. Musim hujan datang dengan intensitas yang jauh lebih tinggi, sementara musim kemarau menjadi semakin panjang dan ekstrem dibandingkan sebelumnya.
Novi bahkan menyinggung fenomena berkurangnya hasil panen sejumlah buah musiman yang selama ini menjadi penanda pergantian musim. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti nyata bahwa keseimbangan alam mulai terganggu akibat berbagai persoalan lingkungan.
“Perbedaan musim sekarang sangat terasa dibandingkan lima atau sepuluh tahun lalu. Ini menunjukkan ada perubahan besar yang sedang terjadi pada lingkungan kita,” katanya.
Karena itu, Novi menilai pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari solusi menghadapi ancaman lingkungan yang semakin kompleks. Ia menegaskan bahwa tujuan utama gerakan bank sampah bukan semata-mata menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Menurutnya, aspek ekologi harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pengelolaan sampah. Dengan mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, masyarakat turut berkontribusi menjaga kualitas lingkungan dan mengurangi dampak perubahan iklim.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk dua, lima, hingga sepuluh tahun ke depan. Itu tujuan utama dari pengelolaan sampah,” tegasnya.
Novi juga mengapresiasi keberadaan Bank Sampah Kumpul Mutiara yang dinilai konsisten mengajak masyarakat melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga. Ia berharap gerakan serupa dapat berkembang di berbagai wilayah Kota Bogor sebagai bagian dari upaya bersama menghadapi tantangan lingkungan.
“Kalau kita ingin lingkungan tetap nyaman untuk generasi berikutnya, maka pengelolaan sampah harus dimulai dari sekarang dan dimulai dari rumah kita masing-masing,” pungkasnya (RED)

Tidak ada komentar