Maulid Nabi Pengajian Al-Hidayah, Hasani Ahmad Said Ajak Teladani Rasulullah

4 menit membaca View : 23
MSA
Nasional - 09 Sep 2026

JAKARTA, LEGISLATOR.CO.ID – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar DPP Pengajian Al-Hidayah menjadi momentum untuk mengajak umat Islam kembali meneladani akhlak dan kehidupan Rasulullah SAW.

Pesan tersebut disampaikan Guru Besar UIN Jakarta, Hasani Ahmad Said, dalam peringatan Maulid Nabi DPP Pengajian Al-Hidayah di Ballroom Lantai II Grha DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Menguatkan Keluarga, Umat, dan Persatuan Bangsa.” Sekitar 250 peserta hadir secara langsung, sementara pengurus DPD Pengajian Al-Hidayah di berbagai daerah dan masyarakat umum mengikuti secara daring melalui Zoom dan YouTube.

Hasani: Rasulullah Teladan dalam Kehidupan

Hasani mengingatkan umat Islam bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan uswatun hasanah atau teladan yang baik.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah tidak hanya tercermin melalui ucapan, tetapi juga perbuatan, sifat, dan ketetapan beliau yang dapat menjadi rujukan umat.

Hasani juga mengingatkan pentingnya pengendalian diri dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan tidak mudah marah.

“Jangan engkau jadi orang pemarah. Karena di balik itu, kalau kita bisa menahan amarah, di situ ada surga,” tutur Hasani.

Ia kemudian mengajak umat untuk meneladani Rasulullah dalam kehidupan keluarga.

Hasani mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya memberikan perlakuan terbaik kepada keluarga.

“Sebaik-baik kalian adalah ketika berbuat yang terbaik kepada keluargamu,” kata Hasani mengutip sabda Rasulullah SAW.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah dalam keluarga menunjukkan bahwa kualitas akhlak seorang Muslim juga tercermin dari bagaimana seseorang memperlakukan keluarganya.

Ia menekankan tanggung jawab seorang suami dalam kehidupan rumah tangga, termasuk membantu pekerjaan rumah dan mengurus anak.

Napsiyah: Maulid Bukan Sekadar Agenda Tahunan

Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi DPP Pengajian Al-Hidayah, Napsiyah Arifuzzaman, mengatakan peringatan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Menurutnya, Maulid menjadi momentum untuk kembali mengingat sekaligus mengamalkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui peringatan Maulid Nabi ini, kita ingin membawa akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, baik di keluarga, masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Napsiyah.

Ia berharap semangat memperbanyak shalawat dan amal kebaikan dapat memperkuat keluarga, umat, dan bangsa.

Menurut Napsiyah, keluarga yang kuat serta masyarakat yang memiliki kepedulian dan semangat persatuan merupakan fondasi penting bagi kehidupan bangsa.

Hetifah: Keluarga Kuat Dimulai dari Akhlak

Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, Hetifah Sjaifudian, mengatakan keteladanan Rasulullah harus dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni keluarga.

Ia mengingatkan pesan Al-Qur’an dalam Surah Al-Ahzab ayat 21 yang menempatkan Rasulullah sebagai uswatun hasanah.

Menurut Hetifah, pembangunan peradaban tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan ekonomi dan teknologi. Bangsa juga membutuhkan manusia yang memiliki karakter dan akhlak.

“Peradaban dimulai dari manusia yang berkarakter, keluarga yang kuat, masyarakat yang saling menghormati, dan persaudaraan yang kokoh,” kata Hetifah.

Ia juga menyoroti peran perempuan dan ibu dalam memperkuat ketahanan keluarga.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, perempuan dinilai perlu memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif tanpa meninggalkan nilai moral dan keagamaan.

Hetifah mengatakan Pengajian Al-Hidayah memiliki peran untuk meningkatkan kapasitas perempuan sekaligus menghadirkan kontribusi sosial melalui kepedulian terhadap kaum dhuafa, perlindungan keluarga dan anak, pemberdayaan perempuan, serta penguatan ekonomi keluarga.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.

“Al-Hidayah harus menjadi jembatan persaudaraan dan persatuan,” tegas Hetifah.

Sarmuji: Teladan Rasulullah Bisa Dimulai dari Hal Kecil

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M. Sarmuji, mengajak kader dan anggota Pengajian Al-Hidayah meneladani Rasulullah melalui kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, sisi kemanusiaan Rasulullah menjadi bagian yang paling dekat untuk diteladani umat.

“Rasulullah itu dari jenis kita sendiri. Jadi sisi kemanusiaannya itu yang justru bisa kita contoh,” ujar Sarmuji.

Ia mengatakan seorang suami dapat belajar dari Rasulullah dalam membangun keluarga. Seorang pemimpin dapat belajar dari kepemimpinan Rasulullah, sementara ulama dapat meneladani peran Rasulullah dalam kehidupan keagamaan.

Sarmuji menekankan bahwa keteladanan tersebut tidak harus dimulai dari tindakan besar.

Menurutnya, umat dapat menerapkannya melalui kebiasaan sederhana, seperti masuk rumah dengan kaki kanan, makan menggunakan tangan kanan, dan masuk kamar mandi dengan kaki kiri.

Hal tersebut menunjukkan bahwa ajaran dan keteladanan Rasulullah dapat dihadirkan dalam berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari.

Peringatan Maulid Nabi DPP Pengajian Al-Hidayah pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat akhlak pribadi, membangun keluarga yang harmonis, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkokoh persatuan umat dan bangsa (red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *